Selasa, 15 Januari 2013

makalah dampak radiasi handphone



KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan untuk Allah yang telah memberikan karunia kepada kami dalam menyelesaikan karya tulis ini. Karya tulis ini dibuat sebagai salah satu tugas dalam rangka mengikuti mata kuliah Bahasa Indonesia program DIII administrasi rumah sakit. Makalah ini menjelaskan tentang berbagai macam dampak  radiasi handphone.
Sebagai penulis, pastinya tidak pernah terlepas dari kesalahan ataupun kekurangan. Oleh karena itu, kami mohon maaf atas segala kekurangannya.
Disadari sepenuhnya bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan sarannya. Semoga karya tulis kami dapat menjadi referensi, inspirasi, dan bahan renungan bagi semua kalangan.







Bukittinggi , 12 januari 2013


                                                                                                           Yuliana fenta


DAFTAR ISI

Kata Pengantar ………………………………………………………………I
Daftar Isi……………………………………………………………………..I
BAB I PENDAHULUAN
             Latar Belakang ……………………………………………………………….1
             Rumusan Masalah…………………………………………………………… 1
             Tujuan……………………………………………………………………….. 2
             Manfaat Makalah …………………………………………………………… 2

BAB II  PEMBAHASAN
              Pengertian Radiasi Elektromagnetik…………………………………………. 3
              Dampak Radiasi Ponsel terhadap Kesehatan ……………………………….... 3
              Dampak Ringan dari Radiasi Ponsel………………………………………….. 4
              Solusi Mengurangi Dampak Radiasi Ponsel terhadap Kesehatan ……………..8
BAB III PENUTUP
              Kesimpulan…………………………………………………………………….9
              Saran…………………………………………………………………………...9

DAFTAR PUSTAKA






 
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
               Di sekeliling kita banyak telepon seluler (ponsel), mulai dari anak kecil hingga orang tua menggunakan ponsel. Bahkan, tidak sedikit orang yang memilki ponsel lebih dari satu buah. Semua orang senang dan tidak ada yang risau tentang bahaya yang timbul dari alat tersebut. Namun, setelah orang mengetahui bahwa ponsel dapat memancarkan gelombang elektromagnetik, berbagai negara maju melakukan riset di bawah koordinasi World Health Organization (WHO). Sejumlah pusat penelitian dan perguruan tinggi juga melakukan riset dengan hasil yang masih kontroversial.
Berbagai opini yang timbul membuat masyarakat menjadi bingung. Di satu sisi ponsel dibutuhkan sebagai alat komunikasi yang penting. Di sisi lainnya masyarakat menjadi ragu untuk menggunakan ponsel. Oleh karena itu, makalah ini disusun karena masyarakat perlu mengetahui hal ini sejak awal. Diperlukannya pengetahuan yang jelas dan informasi yang pasti mengenai hal ini.
Rumusan Masalah
                  Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini meliputi
a. dampak yang ditimbulkan oleh radiasi ponsel,
b. solusi yang bisa dilakukan untuk memperkecil dampak dari radiasi ponsel bagi kesehatan.


Tujuan
               Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini meliputi
a. menjelaskan berbagai dampak dari radiasi ponsel bagi kesehatan,
b. menjelaskan solusi yang tepat untuk memperkecil dampak dari radiasi ponsel bagi kesehatan.
Manfaat Makalah
               Setelah mengetahui informasi tentang dampak-dampak negatif dari radiasi ponsel, pengguna dapat lebih berhati-hati dalam menggunakan ponsel. Selain itu, para produsen ponsel dapat menciptakan produk baru yang dampak negatif radiasinya lebih kecil dalam bidang kesehatan.









BAB I
DAMPAK RADIASI PONSEL TERHADAP KESEHATAN
Pengertian Radiasi Elektromagnetik
           Pada ponsel terdapat transmitter yang mengubah suara menjadi gelombang sinusoidal kontinu yang kemudian dipancarkan keluar melalui antena dan berfluktuasi melalui udara. Gelombang radio inilah yang menimbulkan radiasi elektromagnetik. Gelombang elektromagnetik dapat bersifat seperti gelombang atau partikel. Sebagai gelombang, dicirikan oleh kecepatan (kecepatan cahaya), panjang gelombang, dan frekuensi. Sewaktu listrik dialirkan melalui jaringan transmisi, distribusi, atau digunakan dalam berbagai peralatan elektronik, saat itu juga muncul medan elektromagnetik di sekitar saluran dan peralatan. Medan ini kemudian menyebar ke lingkungan dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan kepada menusia, meskipun tidak setiap radiasi elektromagnetik akan menimbulkan ganguan kesehatan.
Dampak Radiasi Ponsel Terhadap Kesehatan
            Gangguan kesehatan yang potensial akibat radiasi medan elektromagnetik telah menjadi isu yang diteliti sampai sekarang. Penelitian pada manusia umumnya dilakukan terhadap masyarakat yang tinggal di dekat instalasi pembangkit tenaga listrik serta jaringan distribusinya, para pekerja industri elektronik serta pengguna peralatan elektronik. Seiring dengan penelitian tersebut, ditemukanlah berbagai gangguan kesehatan akibat radiasi elektromagnetik, khususnya eletromagnetik pada ponsel. Berdasarkan kuisioner yang telah dilakukan, penyusun menyebarkan 50 lembar kuisioner. Di antara 48 pengguna ponsel tersebut, 31 pengguna meletakkan ponsel di saku dan sisanya meletakkan di tas. Pengguna ponsel tersebut 60% sering menggunakan ponsel untuk SMS, 20% untuk internet, 15 % untuk menelpon, dan 5% untuk games. Pengguna rata-rata memakai ponsel selama 30 menit.
 Dari data diketahui 69% pengguna mengetahui dampak dari radiasi ponsel dan 31% tidak mengetahuinya. Dalam 69% pengguna ponsel tersebut menjawab pusing, gangguan pendengaran , dan kanker sebagai bahaya radiasi ponsel.
Dampak Ringan dari Radiasi Ponsel
Dalam bab ini akan dibahas sekilas beberapa gangguan kesehatan akibat radiasi elektromagnetik ponsel yang sering dirasakan dalam kehidupan sehari-hari atau dalam jangka pendek.
Vertigo
Vertigo adalah gejala yang dialami oleh individu yang merasa sekelilingnya berputar. Ada yang menyebutnya sebagai “halusinasi gerakan” atau “ilusi bergerak”. Individu yang bersangkutan merasakan adanya sensasi berputar-putar yang disertai dengan rasa mual, muntah, telinga berdenging, sakit kepala, dan kelelahan. Kondisi yang terkadang menimbulkan vertigo diantaranya pengerasan pembuluh darah (arteriosclerosis),
Keletihan Menahun (Chronic Fatigue Syndrome)
             Tanda awal gangguan ini berupa keletihan yang kuat, terjadi secara tiba-tiba dan selalu berulang. Pada umumnya penderita mula-mula menderita bronkhitis, pilik, hepatitis, atau stres emosional. Namun, sebagian orang yang hipersensitif terhadap radiasi elektromagnetik akan mengalaminya. Radiasi medan elektromagnetik akan menimbulkan penurunan produksi hormon melatonin. Secara umum, keluhan pada keletihan menahun dapat berupa rasa lemah pada otot yang menetap atau hilang timbul, rasa sakit pada otot yang menetap atau hilang timbul, rasa lemah atau sakit pada otot dan persendian secara bersamaan yang menetap atau hilang timbul.
Dampak Berat dari Radiasi Ponsel
            Dampak ringan dari radiasi ponsel pada sub bab sebelumnya, menjadi pemacu timbulnya penyakit-penyakit yang sulit disembuhkan.
Insomnia
            Insomnia adalah persepsi tentang kurangnya kualitas dan kuantitas tidur, dengan akibat yang terkait pada siang hari. Keluhan yang dikemukakan, yaitu sulit memulai tidur, sering terbangun dari tidur, sulit tidur lagi setelah terbangun malam hari, dan cepat bangun di pagi hari. Sesuai definisinya, gejala tersebut berhubungan dengan gangguan di siang hari, misalnya keletihan, konsentrasi maupun memori terganggu, dan sebagainya. Namun, hormon melatonin yang turun, antara lain karena rangsangan sinar yang terang serta radiasi elektromagnetik ponsel, juga dapat menimbulkan gangguan ini.
Diagnosis lain tentang penyebab insomnia mencakup gangguan neuropsikiatri seperti depresi, ansietas, demensia, juga penyalahgunaan obat, maupun gangguan irama sirkadian. ‘Salah satu penyebab gangguan irama sirkadian yang menyebabkan orang sukar tidur adalah radiasi elektromagnetik’. Itulah yang diucapkan oleh Anies (2009:65)[1]. Irama sirkadian yang terganggu menyebabkan terganggunya irama bangun dan tidurnya seseorang. Jika hal tersebut terjadi, maka orang yang bersangkutan akan mengantuk dan tidur siang hari, sedangkan di malam hari ia justru akan terbangun dan sulit untuk tidur.
Leukemia
               Leukemia dapat menyerang pria dan wanita, tetapi angka kejadian leukemia pada umumnya menyerang lebih banyak pria daripada wanita. Faktor keturunan dan lingkungan berperan dalam terjadinya leukemia. Faktor-faktor lingkungan berupa kontak dengan radiasi. Radiasi di sini terutama berupa radiasi pegion, meskipun untuk kondisi tertentu juga berasal dari radiasi nonpegion.
               Tanda dan gejala leukemia akut adalah infeksi berat disertai timbulnya luka pada selaput lendir, demam, napas cepat, mimisan, dan perdarahan saluran cerna dan sistem saluran kemih. Dapat pula timbul gejala kurang darah seperti pusing, cepat lelah, susah bernapas sewaktu bekerja fisik, dan pucat yang nyata. Sedangkan tanda dan gejala leukemia kronik dapat berupa kelelahan, kehilangan berat badan, produksi keringat yang meningkat, tidak tahan panas, cepat kenyang, dan buang air besar tidak teratur.
Semua tanda dan gejala pada leukemia, baik akut maupun kronik, dapat merupakan gejala dan tanda khas dari tiap-tiap leukemia ataupun merupakan gejala dan tanda gabungan dari kedua jenis leukemia.
Kanker Payudara
                 Ternyata lingkungan berhubungan berat dengan kanker payudara, dalam hal ini sebagai pemicu timbulnya kanker tersebut. Paparan bahan-bahan radioaktif, sinar-Xserta bahan lain yang termasuk radiasi pegion, beresiko menimbulkan kanker payudara. ‘Bukan hanya radiasi pegion saja, bahkan radiasi seperti radiasi nonpegion seperti radiasi elektromagnetik yang berasal dari berbagai peralatan elektronik, dalam taraf tertentu berisiko menimbulkan kanker payudara’. Sebagaimana dikemukakan oleh Harmaya (2009) dan Mahendra (2008).[2]
‘Keterkaitan radiasi elektromagnetik dengan kanker payudara tidak serta merta terjadi begitu saja, melainkan melalui mekanisme hormonal, khususnya hormon melatonin. Hormon melatonin bersifat menghambat tumorogenesis.


Artinya hormon melatonin yang turun, salah satunya adalah akibat radiasi elektromagnetik yang berpotensi menimbulkan kaker payudara’. Itulah pendapat Anies (2009:74).[3]
Teori Melatonin
‘Hormon melatonin adalah hormon yang sebagian besar dibuat oleh kelenjar pineal, sebuah kelenjar sebesar kacang tanah yag terletak di antara kedua sisi otak’, Anies (2009:83).
Melatonin berfungsi mengatur hormon-hormon lainnya serta memelihara irama sirkadian. Irama sirkadian adalah suatu sistem pemeliharaan waktu 24 jam yang berperan penting dalam menentukan kapan kita tidur dan kapan kita bangun. Kadar melatonin dalam tubuh dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, memengaruhi kinerja organ-organ reproduksi, juga kesehatan psikologis serta proses penuaan tubuh.
Produksi hormon melatonin bertambah pada malam hari, terutama pada suasana hening dan gelap sehingga menyebabkan orang mudah tidur. Namun, produksi hormon ini berkurang oleh adanya rangsangan dari luar, misalnya cahaya serta medan elektromagnetik. Sebagaimana dikemukakan oleh Mahendra (2008) bahwa, ‘Cahaya maupun medan elektromagnetik dapat menurunkan produksi hormon melatonin dan berpotensi menimbulkan berbagai keluhan termasuk sakit kepala, pening, dan keletihan’.
Penggunaan peralatan elektronik maupun komunikasi pada malam hari yang menimbulkan radiasi elektromagnetik, merupakan salah satu alasan gangguan sukar tidur pada malam hari. Banyak orang kesal karena sukar tidur pada malam hari, tetapi tidak menyadari bahwa sebelumnya telah berkomunikasi menggunakan ponsel dalam jangka waktu lama. Anies (2009:86) menemukan bahwa, ‘Timbulnya berbagai keluhan seperti sakit kepala banyak dijumpai pada para pemakai ponsel’. ‘Sensasi medan elektromagnetik dapat menimbulkan keluhan sakit kepala dan pening’. Itulah yang dikatakan oleh Harmaya (2009) maupun Mahendra (2008) .
Solusi Mengurangi Dampak dari Radiasi Ponsel Terhadap Kesehatan
Pakar kesehatan menemukan beberapa upaya untuk memperkecil pengaruh radiasi ponsel terhadap kesehatan pengguna ponsel. Upaya tersebut meliputi
a. menjauhkan ponsel dari kepala. Kekuatan gelombang elektromagnetik akan berkurang secara drastis dengan bertambahnya jarak,
b. pergunakan headset atau handsfree seefektif mungkin,
c. memanfaatkan layanan pesan singkat (SMS) dibanding telepon,
d. tidak menggunakan ponsel sewaktu sinyal lemah,
e. tunggulah sampai telepon sudah menyambung ke tempat tujuan, sebelum mendekatkan ponsel ke telinga,
f. jangan menyimpan ponsel di saku atau ikat pinggang pada saat ponsel dalam kondisi on,
g. dalam buku manual ponsel selalu dianjurkan untuk mematikan ponsel pada saat berada di dekat pompa bensin maupun tempat-tempat penyimpanan bahan kimia yang mudah meledak. Ponsel dapat mengganggu operasi instalasi teknis dari tempat-tempat tersebut,
h. meminimalisir pemakaian ponsel di ruang tertutup dengan bahan logam atau baja, misalnya di dalam mobil,
i. memilih ponsel dengan level SAR (Spesific Absorption Rate) yang rendah. Level SAR ini biasanya dicantumkan dalam buku manual. ICNIRP (International Commission on Non-Ionizing Radiation Protection) memberikan batas maksimal sebesar 2,0 W/kg.




BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan informasi yang telah didapatkan dari penyusunan makalah, ternyata ponsel mempunyai dampak yang akan mengganggu kesehatan penggunanya. Dari penyakit ringan seperti vertigo hingga penyakit berbahaya seperti kanker pun dapat membahayakan penggunanya. Radiasi ponsel timbul tidak hanya saat digunakan, tetapi saat meletakkan ponsel di saku juga dapat menyebabkan radiasi. Oleh karena itu, sebagai pengguna ponsel kita harus menyadari hal tersebut dan lebih berhati-hati dalam menggunakan ponsel, dengan cara meminimalisir waktu pemakaian ponsel serta memaksimalkan jarak ponsel dengan tubuh kita (dalam kondisi menyala).
Saran
Dalam menggunakan ponsel sebaiknya pengguna mengetahui cara pemakaian yang baik. Pengguna ponsel juga harus berhati-hati dalam memilih merk dan tipe ponsel yang akan digunakan. Karena setiap ponsel memiliki level SAR yang berbeda. Lever SAR ini biasanya dicantumkan dalam buku manual. Para produsen pun seharusnya memproduksi ponsel yang tidak memilki jumlah radiasi elektromagnetik yang besar. Supaya ponsel tidak terlalu berbahaya bagi penggunanya. Sebab ponsel dimilki setiap orang sebagai media komunikasi yang penting.



DAFTAR PUSTAKA
Anies. 2009. Cepat Tua Akibat Radiasi. Jakarta:Elex Media Komputindo.
Harmaya. (2009). Apakah Radiasi Ponsel Berbahaya? [Online]. Tersedia: http://healthzone,ca/health/article/459099.com. [ 28 September 2009].
Mahendra,Oka. (2009). Radiasi Ponsel Bagi Kesehatan. [Online]. Tersedia: http://tutorialgratis.net. [28 September 2009].




1 komentar:

  1. Tidak banyak orang yang peduli akan bahaya Radiasi, karna dari sisi Industri Ponsel sendiri sudah mengklaim bahwa yang namanya Radiasi itu tidak bisa dihilangkan, bisa untuk dikurangi,tapi itu adalah tekhnologi yang sangat mahal, dan tidak mungkin mereka gunakan untuk HP yang dijual di pasaran. makanya HP dengan SAR rendah pasti harganya lebih mahal. dan kesalahan dari berbagai anti Radiasi yang ada di pasaran adalah karna mereka mengklaim bisa menurunkan sampai 90% Radiasi, dan itu sudah hal yang tidak mungkin, dengan harga yang bisa dibilang murah dengan hasil yang sangat menakjubkan. ada satu anti Radiasi yang tidak mengklaim bisa menurunkan apalagi menghilangkan Radiasi, karna emang bukan begitu cara kerjanya, cara kerjanya adalah melindungi atau mencegah penyerapan Radiasi oleh sel sel tubuh,jadi intinya adalah melindungi si pemakainya bukan melindungi HP nya. untuk lebih pastinya bisa langsung ke websitenya. http://www.indonesu.com untuk versi Indonesia atau http://www.nesuindo.com untuk versi English.

    BalasHapus